<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" >
   <channel>
    <atom:link href="https://lamputenagasurya.webnode.page/rss/all.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
      <title><![CDATA[lamputenagasurya.webnode.page]]></title>
      <link>https://lamputenagasurya.webnode.page/archive/news/</link>
      <description></description>
      <language>en</language>
      <pubDate>Tue, 17 Apr 2012 02:22:00 +0200</pubDate>
      <lastBuildDate>Tue, 17 Apr 2012 02:22:00 +0200</lastBuildDate>
      <category><![CDATA[News]]></category>
      <category><![CDATA[Homepage]]></category>
      <category><![CDATA[Civil & Contruction]]></category>
      <docs>http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss</docs>
      <generator>Webnode</generator>
      <item>
         <title><![CDATA[Pemanasan Global]]></title>
         <link>https://lamputenagasurya.webnode.page/news/pemanasan-global/</link>
         <description><![CDATA[
	Bumi ini memiliki suhu cukup hangat untuk dapat dihuni manusia karena adanya gas-gas Rumah Kaca (GRK) seperti CO2, N2O, dan CH4. Gas-gas ini di atmosfer memantulkan kembali panas yang dilepas oleh permukaan bumi setelah menerima cahaya sinar matahari. Semakin tinggi konsentrasi GRK, semakin banyak panas dipantulkan ke bumi yang menyebabkan suhu naik. Sebaliknya jika konsentrasi gas berkurang, sedikit panas yang dipantulkan, suhu pun turun. Perubahan suhu inilah yang menyebabkan iklim dapat...]]></description>
         <pubDate>Tue, 17 Apr 2012 02:22:00 +0200</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://lamputenagasurya.webnode.page/news/pemanasan-global/</guid>
         <category><![CDATA[News]]></category>
      </item>
      <item>
         <title><![CDATA[Kenapa harus pake tenaga Matahari]]></title>
         <link>https://lamputenagasurya.webnode.page/news/questions-and-suggestions/</link>
         <description><![CDATA[
	Mayoritas listrik yang digunakan di Indonesia berasal dari pembangkit listrik dengan bahan baku batubara. Masalahnya, dari proses ini dikeluarkan banyak emisi karbon yang merupakan sumber terbesar penyebab terjadinya pemanasan global (global warming).

	Sementara, permintaan kita untuk listrik makin hari makin besar. Coba lihat berapa alat di rumah kita yang tidak bisa berjalan tanpa listrik, dari lampu, telepon genggam, TV, hingga AC dan kulkas. Belum lagi penggunaan listrik yang boros....]]></description>
         <pubDate>Wed, 11 Apr 2012 19:41:00 +0200</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://lamputenagasurya.webnode.page/news/questions-and-suggestions/</guid>
         <category><![CDATA[News]]></category>
      </item>
      <item>
         <title><![CDATA[Apa keuntungan menggunakan listrik dengan Tenaga Matahari]]></title>
         <link>https://lamputenagasurya.webnode.page/news/welcome-to-our-new-website-/</link>
         <description><![CDATA[
	
		Mengurangi biaya listrik jangka panjang
	
		Mengurangi ketergantungan pada listrik dari PLN yang notabene dibangkitkan oleh BBM dan Batubara
	
		Menghindari dampak pemadaman saat harus mengejar deadline, sementara komputer tidak bisa dinyalakan
	
		Sedikit pamer ke teman-teman kita bahwa kita sudah bergabung dengan komunitas pengguna solar panel sedunia
	
		Turut mengurangi pemanasan global karena sistem solarpanel menghasilkan energi yang ramah lingkungan yang tidak menyebabkan polusi.

]]></description>
         <pubDate>Wed, 11 Apr 2012 19:40:00 +0200</pubDate>
         <guid isPermaLink="true">https://lamputenagasurya.webnode.page/news/welcome-to-our-new-website-/</guid>
         <category><![CDATA[News]]></category>
      </item>
   </channel>
</rss>